Banner 468x60
Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 08, 2008

Dance Floor Queen

Penyanyi-penari-penginspirasi tren yang punya prestasi 10 album. Madonna mengawali semua itu dengan nekat pergi ke kota, berbekal segelintir dolar, sampai akhirnya menikahi Sean Penn.

Memperoleh kehidupan yang sukses di kota besar seringkali menjadi mimpi semua orang. Hal itu pun pernah dialami Madonna, seorang gadis dari keluarga Katolik yang besar di pinggiran kota Detroit. Semasa sekolah, ia adalah anggota cheerleaders. Ia juga pandai, dan selalu mendapatkan nilai A di kelasnya. Tak heran, Universitas Michigan memberikannya beasiswa. Di tahun kedua, keputusannya untuk pergi ke salah satu kota tersibuk di dunia itu menjadi pengalaman pertama untuk berbagai macam hal, seperti terbang dengan pesawat dan naik taksi dengan hanya berbekal uang 35 dolar AS di kantongnya.

Photobucket
foto: istimewa

Titik awal karir keartisan Madonna pun dimulai ketika ia menimba ilmu pada Alvin Ailey. Perempuan kelahiran 16 Agustus 1958 di Bay City, Michigan, Amerika Serikat ini memantapkan karirnya sebagai penari. Pada tahun 1979, ia diajak bergabung mengiringi artis asal Perancis, Patrick Hernandez, untuk tur dunia.

Setelah terlibat asmara dengan Dan Gilroy, Madonna sempat membentuk sebuah band, Breakfast Club, dan memegang peran sebagai vokal dan penabuh drum. Setahun kemudian, bersama pacar lainnya, Stephen Bray, yang juga rekan satu band lain (bernama Emmy), ia memproduksi lagu-lagu dance dan memperdengarkannya ke klub-klub lokal di New York. Tahun 1982, karya-karyanya itu membuat terkesan Mark Kamins seorang produser rekaman yang juga DJ. Akhirnya, perempuan yang pernah bekerja di gerai Dunkin’ Donuts ini menandatangani kontrak dengan Sire Records, di bawah naungan Warner Bros Records, untuk melahirkan debut album Madonna di bulan Juli tahun berikutnya.

Popularitasnya semakin menanjak saat album kedua, Like A Virgin, dirilis akhir tahun 1984. “Like A Virgin” – yang didedikasikannya untuk para perawan di seluruh dunia – mencatat platinum di berbagai negara, seperti Australia, Perancis, Inggris, dan tentu saja Amerika Serikat. Lagu lainnya seperti “Material Girl”, “Dress You Up”, dan “Angel” juga bernasib mujur. Ia pun diuluki ‘Material Girl’ oleh media massa. Kesuksesannya ini memancingnya untuk mulai terjun ke dunia film. Di sini lah kemudian sang biduan menikah dengan dengan aktor Sean Penn.

Photobucket
foto: istimewa

Karir musik Madonna terbilang sukses hingga saat ini. Penjualan seluruh albumnya tercatat sudah mencapai lebih dari 232 juta kopi di seluruh dunia. Bahkan, ia pernah dicatat dalam daftar "World’s Most-successful Female Musician" oleh Guinness Book of Records pada tahun 2001. Meski demikian, kontroversi kerap menjadi teman baik sang diva, salah satunya ketika sebagian masyarakat Argentina protes saat ia memerankan Eva Peron di film Evita.

Di tahun ini, ia tetap produktif, khususnya dalam bidang musik. Salah satu penggagas tren gaya musik, busana, hingga tatanan rambut ini siap meluncurkan album terbarunya melalui label Live Nation setelah kontrak dengan label lamanya, Warner Bros Records, tidak diperbaharui. Album Hard Candy pun laris manis di pasaran.

Jumat, Agustus 01, 2008

(Profil) Sang Inspirator McCartney

foto: istimewa

Photobucket

Dibandingkan dengan personil The Beatles yang lain, nama Paul McCartney-lah yang paling sukses dalam bersolo karir hingga saat ini. Mungkin, hanya John Lennon yang bisa menyaingi jika ia tidak ditembak mati oleh Mark David Chapman. Silahkan berdecak kagum melihat apa yang telah ditorehkan oleh pria yang bernama lengkap James Paul McCartney. Ia masuk dalam Guinness World Records sebagai musisi dan komposer paling sukses dengan 60 gold disc dan penjualan singles-nya yang lebih dari angka 100 juta. Lagu “Yesterday” pun menjadi lagu yang telah berkumandang sebanyak 7 juta kali di televisi dan radio Amerika. Salah satu pendiri The Beatles ini juga disebut sebagai “the most influential and successful songwriting partnerships in rock and roll history” bersama Lennon.

Photobucket masa-masa indahnya bersama Lennon

McCartney dilahirkan di Liverpool, Inggris pada 18 Juni 1942. Ia bertemu dengan George Harrison dalam sebuah bus dan langsung ngobrol tentang gitar dan rock ‘n roll. Akhirnya, McCartney mengajukan Harrison sebagai pemain gitar untuk The Quarrymen, band milik Lennon. Sedangkan, ia mengisi posisi bassist, yang saat itu baru ditinggal oleh Stuart Sutcliffe karena perselisihan. Pada Mei 1960, setelah mencoba beberapa nama baru untuk band ini--termasuk The Silver Beetle--akhirnya terpilihlah nama The Beatles, yang untuk kemudian, langsung diperkenalkan saat tampil di Hamburg, Agustus 1960.

Kesuksesan The Beatles pun mencapai puncaknya. Invasi mereka meracuni musik Amerika yang monoton. Majalah Rolling Stone versi Amerika menyebutkan bahwa band Liverpool ini secara musikal memang sudah berada jauh di depan angkatannya. Bahkan setelah penampilan The Fab Four di Ed Sullivan Show pada tanggal 9 Februari 1964, tidak ada satupun yang mampu memainkan rhythm pembukanya dengan benar; selain mereka tentunya.

McCartney menjadi personel pertama yang bereksplorasi di luar The Beatles seiring pernikahannya dengan Linda Eastman pada 12 Maret 1969. Ia terlibat dalam soundtrack untuk The Family Way tahun 1966. Seminggu sebelum debut album solo, McCartney, dirilis pada tanggal 10 April 1970, ia mengumumkan bahwa band yang telah membesarkan namanya itu bubar karena perbedaan pendapat. Akibatnya, ketegangan antara dia dengan tiga personel lainnya, khususnya Harrison dan Lennon, meningkat, dan berlanjut pada rasa dendam serta hujanan kritik. Meskipun begitu, album McCartney tetap menjadi hits, menghabiskan 3 minggu di puncak charts Amerika.

Photobucket
bersama Linda Eastman


Mantan bassist dan vokalis The Beatles ini diangkat sebagai ‘Member of the Order of the British Empire’ (MBE) tahun 1965, dan menjadi ‘Knight’ tahun 1997. Setahun kemudian, istrinya meninggal setelah berjuang melawan kanker payudara. Sebuah peristiwa yang menyedihkan, yang kabarnya, mempengaruhi kemunculan sikapnya yang low profile. Pada musim gugur 1999 ia kembali memproduksi album Run Devil Run yang dianggap sebagai pembuka kehidupan barunya.

Memory Almost Full, albumnya di tahun 2007, masihlah menjadi sekumpulan karya McCartney yang menarik untuk disimak. Bahkan Bob Dylan pernah berkomentar setengah iri dengan menyebutkan bahwa apapun yang diucapkan McCartney seolah terbingkai dengan nada. Dalam album ini, cerita yang ia ‘bingkai’ masih kisah seputar memori di dalam kehidupannya, termasuk sang istri, Linda Louise McCartney. Kabarnya, album ini menjadi anagram dari ungkapan "for my soul mate LLM (Linda Louise McCartney)". Namun seperti biasanya (seperti yang juga terjadi pada pertanyaan-pertanyaan penasaran seputar album Sgt. Pepper), Paul membiarkan nama albumnya itu –termasuk tebakan soal anagram— sebagai sebuah misteri. “Dengan begitu, album ini akan terasa komplit,” dalihnya.

Photobucket
McCartney sang inspirator


Ada anggapan bahwa orang yang ‘hidup’ adalah orang yang tak pernah berhenti mencipta. Demikian pula McCartney. Di saat seharusnya ia menikmati segala pujian, pikirannya terbagi dengan segala rencana soal album terbaru. Ada saja yang ingin diceritakannya, lalu dikomposisikannya. Lalu di saat bersamaan, ia menyempatkan diri menjadi aktivis penyayang binatang, vegetarianisme, perduli pada kepelikan soal ranjau darat, dan mengalihkan perhatian pada negara-negara dunia ketiga. Betapa, ia telah menjadi seseorang yang begitu inspiratif.

(tulisan gue ini pernah dimuat di Listen! Magazine edisi Juli 2007)